so have you guys watched the Amazing Spider-Man yet? i have, like,
twice. and it’s all because of the amazing Andrew Garfield.
yeah, he’s the one that keeps me captivated.
but i don’t wanna tell you about how gorgeous Andrew Garfield was, or
how adorable his smile was. i’m pretty sure that would bore you (well,
except if you have the same crush as i did ;p). Here, i want to talk
about the movie, and how it is compared to the previous saga. because of
course, since the latest movie is a reboot, which the main plot of the
story is basically back to the beginning when Peter Parker just
discovered his power. so in the end in our head, we’re certainly gonna
compare both movies.
first off, I’m really excited that the new Spider-Man is made under
Marvel Studios. that means, there are possibilities that we can see more
of this web-maker creature in the Marvel Universe. i mean, i’m sure
everyone will be excited to see the man in the red-and-blue-web suit
joins the Avengers team, won’t they? not to mention that Spider-Man is
the most well-known character from Marvel Comics, off course everyone is
gonna be thrilled to see Spider-Man on Avengers team.
apart from that, what about the storyline? well, since the new
Spider-Man is a reboot movie, so there isn’t much difference in the
storyline between the old Spider-Man franchise and the new one. they
were telling us about Peter Parker and how he became Spider-Man. if you
have seen both of the movies, then you can see that there are several
plots from the story that is taken from the previous franchise. for
instance is from the death of Uncle Ben scene (wait, this is not a
spoiler, isn’t it? :p). the premise on how Uncle Ben died is similar to
the premise in Spider-Man 1. the difference is in the details, as in
where and how it happened. as for the part where Peter got bit by the
radioactive spider, i like the interpretation from the first movie
better than the reboot. for me, the way Peter got bit in the reboot
movie is less ‘Peter Parker’ than the original one. but overall, i am
satisfied with the storyline of the new Spider-Man, especially when the
new one is repose around the comic book and animated version, but we’ll
get back to that later.
and now let’s talk about the main character, Peter Parker/Spider-Man.
as i was saying, Peter Parker from the new Spider-Man movie is less
‘Peter Parker’ than Peter Parker from the original Spider-Man movie, you
know what i mean? well, he’s more cool and less nerd in the new movie,
while Peter Parker in my opinion should be more nerd and minding his own
business. well to start it off, i think Andrew Garfield is way too
handsome to be Peter Parker! (off course i am thankful for that :p).
Peter Parker is a nerd and cool in a nerd’s way and Tobey Maguire
captures all of that persona, which is why i like Maguire’s version of
Peter Parker better than Garfield’s. but when it comes to Spider-Man, it
was Garfield’s portrayal that represents the Spider-Man persona best.
from the comic book and animated version we’ve known Spider-Man as
playful and sometimes act as a punk, or in an Indonesian word, ‘tengil’.
Garfield’s Spider-Man suits that character.
another thing to add about the cast from the reboot version is that
you won’t find the lovely Mary Jane Watson nor the gorgeous Harry Osborn
in here. they seems to have vanished out of thin air, like they never
existed in the reboot world. instead, they have Gwen Stacy. we know Gwen
from the movie Spider-Man 3 as Peter’s college friend.
in the whole, i really enjoyed watching all of the Spider-Man movies.
they’re really enjoyable to watch. well, i can’t help to notice that it
was between the character of Spider-Man/Peter Parker that the movies
have some differences, while other part of the movies such as story line
and supporting cast is not that much of a difference. but it is still
enjoyable because even though both versions have different taste and
style in delivering their own interpretation of the main characters, in
some ways they’re still loyal to the characters and events from the
comic book.
The Music
Create a playlist at MixPod.com
my name is
- maulidadisaa
- Pamulang, Indonesia
- damn my education, i can't find the words to say about the things caught in my mind. always dreaming, never realizing. the in-between girl, trapped in reality while longing for the fantasy. have a thing for Noel Gallagher and obsessed with UK.
Showing posts with label review. Show all posts
Showing posts with label review. Show all posts
Aug 13, 2012
Spider-Man: The Comparative Review
Nov 20, 2010
that Facebook movie and all the gimmicks
*sebelumnya, saya tahu saya sangat sangat terlambat untuk memberikan review film ini, karena di bioskop juga sudah lewat masanya. but hey, better late than never, rite?*
Tagline yang menurut saya cukup mewakili inti cerita film ini.
Pertama kali saya dengar tentang film The Social Network, yang muncul dalam pikiran saya adalah,
"Film tentang Mark Zuckerberg? apa serunya?"
wajar karena di pikiran saya, Mark Zuckerberg memang tidak menarik. memangnya apa sih yang bisa membuat orang tertarik untuk menonton film tentang dia? oke, dia penemu Facebook. oke, dia juga menjadi pemuda terkaya di dunia berkat Facebook. so what? ganteng juga ngga. haha *sombong banget*. tapi melihat antusiasme teman-teman saya untuk menonton film itu sangat besar dan setelah mengintip situs imdb.com dimana film itu masuk ke jajaran Box Office di Amerika sana, otomatis saya jadi penasaran dong mengenai filmnya, kenapa film tentang orang yang tidak seru *menurut saya* tapi bisa terus-terusan ada di box office. hehe. saya pun menyambut ajakan teman saya (Ais) untuk nonton bareng teman-teman sekelas. tapi ajakan hanya tinggal ajakan, karena beberapa kali di-cancel terus. lama-lama saya kesel sama dia, akhirnya saya memutuskan untuk nonton bareng adik saya saja, Ditty. jadilah senin kemarin kami nonton berdua di Blitz Teraskota.
Menit pertama saya tonton, masih berasa biasa aja. apalagi di menit-menit pertama filmnya menceritakan Mark yang ngoceh melulu di depan pasangan kencannya. mana ocehannya itu juga ocehan tentang komputer yang saya tidak mengerti -___-. sepanjang awal film saya sudah kepikiran,
"yaah, kalo gini caranya sih alamat gue ga ngerti omongan dia dari awal sampe akhir film."
tapi karena saya udah terlanjur bayar, jadi saya mencoba untuk menikmati film tersebut.
Baru ketika adegan Mark mulai merintis website cikal-bakal Facebook dibantu oleh teman dekatnya si Eduardo Saverin a.k.a. Wardo, saya mulai tertarik untuk mengikuti jalan cerita filmnya. kenapa? karena pemeran Eduardo Saverin yang bernama asli Andrew Garfield itu adalah manusia maha tampan dan maha cool. haha *ketahuan deh motifnya, hehe*. tampangnya sebelas-duabelas sama Pedrosa, pembalap MotoGP itu. ah pokoknya dia itu rupawan. hehe. padahal kalau saya lihat aslinya, mas Eduardo itu sangat jauh dari Andrew Garfield, huhu. tapi dari situ saya langsung semangat nonton filmnya, terutama pada scenes dimana Garfield a.k.a. Eduardo ada di dalamnya. hihi.
mirip kan mirip kan? :p
Penulis screenplay film ini juga mengatakan kalau dia tidak mendasarkan film ini pada format dokumenter, tapi dia lebih setia ke gaya storytelling. jadi yaa wajar deh, hasil jadi film ini kesannya sudah ter-hollywood-isasi. bahkan salah satu pendiri Facebook yang diikutsertakan jadi karakter di The Social Network (saya lupa antara Dustin Moskowitz atau Eduardo Saverin) mengatakan bahwa materi yang diangkat ke dalam film adalah hal-hal yang tidak penting, dan hal-hal yang penting dalam pembuatan Facebook tidak dimasukkan ke dalam film (yah, mengingat hal-hal yang penting dalam pembuatan situs Facebook adalah para programmer dan kode-kode dalam komputer yang hanya programmer yang dapat mengerti, saya rasa tidak akan menarik apabila hal itu dijadikan sebuah film, hehe).
Hollywood: ahli mendramatisasi. lihat saja Eduardo asli (kiri) dan Eduardo dalam film (kanan).
***
Oh iya, daritadi saya ngomong panjang lebar, tapi belum menceritakan bagaimana inti cerita dari film ini, ya? hehe maaf maaf. keasikan ngoceh, hehe.
PERHATIAN: di bawah ini mengandung spoiler alert film The Social Network. jika anda belum sempat menonton filmnya dan ingin tahu ceritanya sendiri, silakan skip ke bagian akhir postingan saya. jika anda belum menonton filmnya dan tidak terlalu memedulikan spoiler, silakan lanjut. jika anda sudah menonton filmnya, silakan lanjut dan mari kita kritisi bersama :)
Jadi cerita dari film ini adalah tentang asal mula Mark Zuckerberg menciptakan situs Facebook yang sangat mendunia itu *jengjeeng ya iyadong masa cerita tentang si doel anak sekolahan, kan nggak mungkin -___-"*.
cerita dalam film ini lebih difokuskan kepada dua gugatan yang ditujukan kepada Mark Zuckerberg dan Facebook berkenaan dengan awal mula berdirinya Facebook. gugatan yang pertama datang dari si kembar Winklevoss: Tyler dan Cameron dan partner mereka, Divya Narendra yang meng-klaim bahwa Zuckerberg telah mencuri ide mereka dalam pengoperasian inti Facebook, yaitu membuat koneksi dan pertemanan via internet di sekitar kampus Harvard. yang kedua adalah gugatan dari Eduardo Saverin (ya, Wardo yang rupawan itu, teman dekat Mark sendiri!) yang menggugat soal diturunkannya nilai saham dia di Facebook secara sepihak oleh Mark dan penghapusan namanya dari daftar co-founder Facebook; padahal yang membantu Mark merintis Facebook dari awal banget itu adalah dia! *well, ketahuan kan dari sini, bagaimana Wardo menjadi center of attention di film ini? hehe*. dari dua permasalahan itulah, cerita dibuat alur maju-mundur.
Di film ini juga ada Justin Timberlake yang berperan sebagai Sean Parker, co-founder dari Napster. Sean Parker ini juga termasuk salah seorang yang berpengaruh dalam 'menentukan arah' Mark Zuckerberg dan Facebooknya, yang berbuntut tesisihkannya (lagi-lagi) Wardo dari posisi 'penasehat pribadi' Mark--slash--CFO Facebook. tapi di luar itu semua, saya sangat takjub dan terpesona pada Andrew Garfield a.k.a. Wardo karena betapa justin yang sangat cool dan menggemaskan itu kalah jauh kerennya jika dibandingkan dengannya :)) saya paling terkesan dengan kata-kata Wardo waktu dia pura-pura mau meninju Sean (saking kesalnya dia kepada Sean),
"I like standing next to you, Sean... it makes me look so tough." karena kata-kata ini menurut saya pas banget! hihi :p

who do you think is tougher?
kata-kata Eduardo kepada Mark sewaktu dia baru saja mengetahui bahwa sahamnya di Facebook diturunkan hingga poin terkecil juga memberikan kesan bagi saya.
"You better lawyer up, asshole, because I'm not coming back for the 30%. I'm coming back for everything!" hmmh, penuh kebencian dan niat balas dendam!
Adegan favorit saya adalah ketika di Harvard, Wardo diberitakan kejam pada binatang dan disangka penganut kanibalisme karena dia memberi makan sebuah ayam goreng pada seekor ayam hidup! lucu sekali melihat dia yang panik dan gelagapan memberikan pembelaan,
"Don't fish eat other fish? The marlins and the trouts!" lucu, hihi :p
talk about:
film,
justin timberlake,
review,
The Social Network
Mar 28, 2010
about life and must watch TV series
hoaaahm. yeah, i know. udah lama banget saya ngga nulis blog. tercatat terakhir saya itu pada bulan desember 2009. hmm. cukup banyak peristiwa yang saya lewati semenjak saat itu (yaiyalah, hampir 4 bulan gitu). hal pertama yang saya ingat adalah pada malam tahun baru 2010 saya bakar jagung bersama keluarga besar saya, seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, di rumah bude saya. lalu saya juga ingat pada pertengahan hingga akhir bulan Januari 2010 saya menjalani UAS 5 (Ujian Akhir Semester 5) dengan penuh hapalan dan penelitian dan laporan dan makalah. Alhamdulillah hasil yang saya dapat cukup memuaskan (saya tidak mau berbangga diri dengan mencantumkan nilai2 saya disini :D).
hal yang mengesankan selama bulan februari adalah saya mendapat kesempatan untuk bekerja! ya, saya mendapatkan kesempatan bekerja layaknya seorang profesional di bawah bimbingan bapak saya sendiri :D. wah seru tiap hari pake baju kerja, pake blazer + celana bahan + sepatu heels.. (yang tau keseharian saya pasti ga bakal nyangka kalo ketemu saya di jalan pada waktu itu, hahaa). saya jadi staff keuangan (which frankly i don't really like and capable of, by the way, haha) dan selama sebulan saya jadi kaki-tangan bapak dan sering bolak-balik keluar kota (which is tooootally boring karena staffnya bapak-bapak semua -__-). but it was cool, lumayan walaupun kerja nya sebagai pengabdian (baca: ngga dibayar) tapi bener2 nambah pengalaman dan nambah ilmu banget. sayang aja saya cuman bisa ikut kerja sebulan. education comes first rite? (iyalah kalo ngga ngapain bapak susah payah kerja untuk bayar uang kuliah saya. :D)
saya kembali masuk kuliah bulan maret dan terperanjat mendengar kebijakan dekan saya, Mr. JU, yang berbunyi: "target mahasiswa tidak lulus mata kuliah tahun ini adalah 25% dan perbandingan bobot formatif (tugas & keaktifan di kelas) : UTS : UAS adalah 60 : 20 : 20. waaw. mahasiswa psikologi UIN benar2 ditempa abis-abisan semester ini. belum lagi kebijakan Mr. JU yang satunya lagi, "Lebih baik membaca saat tidak diujikan daripada membaca hanya pada saat akan ujian" mengharuskan para mahasiswa untuk MEMBACA, entah itu jurnal, text book, artikel, dan bacaan lainnya yang kebanyakan berbahasa inggris. dan tugas yang membuat mahasiswa mau-tidak mau harus membaca adalah resume. yaa, merangkum layaknya anak SMP dalam mengerjakan tugas Bahasa Indonesia. tidak jarang mahasiswa membuat kelakar mengenai hal ini, seperti "waah, fakultas psikologi bikin jurusan baru, English Translater!". begitulah. tapi dengan kebijakan-kebijakan baru dari Mr. JU ini membuat saya lebih semangat dalam kuliah dan mencari ilmu. tetap semangat Mr. JU! saya (dan teman-teman sesama mahasiswa) akan membuktikan kepada anda bahwa kami MAMPU melaksanakan kebijakan anda yang (pada awalnya) memberatkan itu!! hahaa.
oke, itu tadi sekilas kehidupan saya selama at least 3 bulan terakhir. lanjut ke pembahasan kedua.
Must Watch TV Series
(sub-judulnya lebih besar daripada judul :D)
on lighter news, (loh, emang yang tadi berat ya? hahaa) akhir-akhir ini saya suka banget nonton drama polisi yang sering tayang di indovision. sekarang ini saya demen banget nonton yang beginian (detektif2an maksudnya, hehe) soalnya bisa sambil belajar juga. ilmu psikologi kan bisa dipake banget dlm kasus-kasus kayak gini. jadi lumayan lah, nonton tv sekalian nambah ilmu (walaupun seringnya malah terpaku sama jalan ceritanya, bukan ilmu yang didapetnya, ahahaaa)
saya mau jelasin yaa satu-satu serial tv yang menurut saya wajib banget ditonton sama anak psikologi terutama yang ngambil peminatan Behavioral Modification atau yang sering kita sebut dengan Bemod :
1. Lie To Me.
ini nih serial TV yang menurut saya yang paling must watch banget (uhh penekanan nya banyak banget kan) ditonton sama anak psikologi. ceritanya itu tentang seorang doktor yang ahli banget dalam menganalisa ekspresi wajah dan sering diminta untuk analisis berbagai kasus gitu. disini Lightman (si doktor) dan anak didiknya bisa mendeteksi seseorang itu bohong atau ngga hanya dari ngeliat ekspresi wajahnya dan gestur tubuhnya doang. pokoknya mereka expert banget deh. sepanjang episode mereka mecahin kasus dan merhatiin para pelaku, kita (penonton) juga dikasi informasi mimik2 wajah seperti apa yang nunjukin kalo dia itu bohong, atau lagi seneng, marah, takut, jijik, malu, daaann lain sebagainya. nambah ilmu banget deh kalo nonton ini. ngga rugi. beneran. *mulai berasa jadi promotor*. yang punya indovision, serial ini tayangnya di Fox Channel, jadwalnya liat aja sendiri di jadwal acara, sering diputer kok ini. ahahaa. kemungkinan sih ada dvdnya, tapi saya belum lihat lagi. coba aja cek ke toko dvd terdekat.
2. Criminal Minds.

Criminal Minds itu adalah serial drama tentang FBI. untuk daerah asia tenggara diputernya di Fox Channel dan sudah masuk season ke-4. gue suka drama ini karena dia nyeritain tentang para profiler (pembuat profil) dari FBI yang tergabung dalam BAU (Behavioral Analysis Unit) dalam menangani kasus-kasus federal Amerika Serikat. yang menarik bagi saya adalah bagaimana mereka membangun profil tentang pelaku berdasarkan jejak2 atau clue yang ditinggalkan pada saat mereka melakukan kejahatan. bener2 analisa perilaku deh. sampe mereka bisa dapet dimana atau gimana kejahatan selanjutnya akan terjadi dan mengusahakan tindakan pencegahan supaya kejahatan ngga sempet kejadian. menurut saya serial ini must watch banget untuk anak psikologi, terutama anak Modifikasi Perilaku. hehe :). dvd tersedia di toko dvd, bahkan saya ternyata sudah punya duluan sebelum serialnya diputer di fox channel :D
3. Life.

inti dari serial ini adalah seorang detektif yang baru aja keluar dari penjara selama 12 tahun karena kejahatan yang ngga ia lakukan. padahal detektif ini notabene adalah detektif baik-baik. good cop lah kalo istilahnya orang barat. cerita inti dari serial ini yaa usaha si Charlie Crews (si detektif) untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dibalik konspirasi pembunuhan keluarga Seyboldt yang membuat dirinya dipenjara 12 tahun lalu. cara dia mengkoneksikan semua kejadian2 yang terjadi seru men. hahaa. selain main story itu di setiap episode pasti menceritakan kasus-kasus detektif diluar itu yang ditangani olehnya dan dibantu oleh partner nya, Dani Reese, kecuali episode terakhir yang full menceritakan kasus konspirasi Crews. karakter di serial ini kompleks banget, sangat berkaitan satu dengan yang lainnya. ini yang ngebuat serialnya jadi menarik (menurut saya. ehehe). sayangnya serial ini cuman bertahan selama 2 season. di indovision episode terakhir tayang kamis kemarin (dan rerun sabtu kemarin). tapi ngga usah khawatir, dvdnya udah bertebaran banyak banget.
4. Psych.

nah ini termasuk serial pertama yang bikin saya jatuh cinta sama serial detektif (selain serial detektif conan tentunya, yang sudah bikin saya jatuh cinta semenjak kelas 3 SD). ceritanya menurut saya ngga terlalu jauh dari kisah shinichi kudo, yaitu tentang seorang pemuda yang secara sukarela (kalau tidak dibilang sedikit memaksa atau bahkan secara diam-diam) membantu kepolisian setempat memecahkan masalah-masalah kriminal yang terjadi di daerahnya. perbedaannya, shinichi kudo tidak bisa memamerkan keahliannya karena terperangkap di dalam tubuh anak kecil dan terpaksa menggunakan 'jasa' ayah pacarnya, Kogoro Mouri, dengan menidurkannya dan melakukan analisis dengan suaranya yang terkenal dengan nama 'Kogoro Tidur'. di serial ini, Shawn Spencer tidak bisa memamerkan keahlian sebenarnya karena ia hampir dituduh sebagai pelaku kejahatan kriminal karena analisis dia yang sangat mendetail dan sangat tepat. ia 'terpaksa' mengaku sebagai seorang 'psychic' (peramal) yang bisa meramalkan atau merasakan peristiwa saat kejahatan terjadi. yang sebenarnya adalah ia mempunyai ingatan fotografik yang sangat kuat dan insting yang kuat yang sering dilatih oleh ayahnya (yang kebetulan juga seorang detektif) pada masa kecilnya dulu. yang membuat serial ini menarik adalah pasangan sahabat Shawn dan Gus yang seperti dua kutub yang berbeda dimana Gus yang terpaksa dan sering tanpa disadarinya menjadi sidekick Shawn dalam melaksanakan rencana-rencana tak terduga Shawn. ditayangin di Star World dan dvdnya juga banyak beredar. tonton deh. season 1 nya kocaakk abiiss.
yaa, sebenernya sih semua acara detektif hampir sama storyline nya. semuanya tentang gimana 'menghidupkan kembali' peristiwa yang sudah terjadi sebelumnya, terutama yang berhubungan dengan kriminal, untuk mencari siapa pelaku dibalik peristiwa itu dan bagaimana mereka melakukan aksinya pada kejadian saat itu. hampir semua cerita detektif berakhir dengan happy ending, entah keberhasilan menghentikan aksi pembunuh berantai pada menit-menit terakhir, atau keberhasilan menggagalkan pengeboman besar-besaran yang terancam tidak berhasil jika satu menit saja para polisi terlambat datang, dan tindakan heroik lainnya yang membuat cerita semakin menegangkan. diluar itu semua, serial detektif selalu menarik karena informasi yang disediakan untuk menambah pengetahuan kita, bukan sekedar drama yang hanya bisa menaik-turunkan emosi para audiens-nya.
hal yang mengesankan selama bulan februari adalah saya mendapat kesempatan untuk bekerja! ya, saya mendapatkan kesempatan bekerja layaknya seorang profesional di bawah bimbingan bapak saya sendiri :D. wah seru tiap hari pake baju kerja, pake blazer + celana bahan + sepatu heels.. (yang tau keseharian saya pasti ga bakal nyangka kalo ketemu saya di jalan pada waktu itu, hahaa). saya jadi staff keuangan (which frankly i don't really like and capable of, by the way, haha) dan selama sebulan saya jadi kaki-tangan bapak dan sering bolak-balik keluar kota (which is tooootally boring karena staffnya bapak-bapak semua -__-). but it was cool, lumayan walaupun kerja nya sebagai pengabdian (baca: ngga dibayar) tapi bener2 nambah pengalaman dan nambah ilmu banget. sayang aja saya cuman bisa ikut kerja sebulan. education comes first rite? (iyalah kalo ngga ngapain bapak susah payah kerja untuk bayar uang kuliah saya. :D)
saya kembali masuk kuliah bulan maret dan terperanjat mendengar kebijakan dekan saya, Mr. JU, yang berbunyi: "target mahasiswa tidak lulus mata kuliah tahun ini adalah 25% dan perbandingan bobot formatif (tugas & keaktifan di kelas) : UTS : UAS adalah 60 : 20 : 20. waaw. mahasiswa psikologi UIN benar2 ditempa abis-abisan semester ini. belum lagi kebijakan Mr. JU yang satunya lagi, "Lebih baik membaca saat tidak diujikan daripada membaca hanya pada saat akan ujian" mengharuskan para mahasiswa untuk MEMBACA, entah itu jurnal, text book, artikel, dan bacaan lainnya yang kebanyakan berbahasa inggris. dan tugas yang membuat mahasiswa mau-tidak mau harus membaca adalah resume. yaa, merangkum layaknya anak SMP dalam mengerjakan tugas Bahasa Indonesia. tidak jarang mahasiswa membuat kelakar mengenai hal ini, seperti "waah, fakultas psikologi bikin jurusan baru, English Translater!". begitulah. tapi dengan kebijakan-kebijakan baru dari Mr. JU ini membuat saya lebih semangat dalam kuliah dan mencari ilmu. tetap semangat Mr. JU! saya (dan teman-teman sesama mahasiswa) akan membuktikan kepada anda bahwa kami MAMPU melaksanakan kebijakan anda yang (pada awalnya) memberatkan itu!! hahaa.
oke, itu tadi sekilas kehidupan saya selama at least 3 bulan terakhir. lanjut ke pembahasan kedua.
Must Watch TV Series
(sub-judulnya lebih besar daripada judul :D)
on lighter news, (loh, emang yang tadi berat ya? hahaa) akhir-akhir ini saya suka banget nonton drama polisi yang sering tayang di indovision. sekarang ini saya demen banget nonton yang beginian (detektif2an maksudnya, hehe) soalnya bisa sambil belajar juga. ilmu psikologi kan bisa dipake banget dlm kasus-kasus kayak gini. jadi lumayan lah, nonton tv sekalian nambah ilmu (walaupun seringnya malah terpaku sama jalan ceritanya, bukan ilmu yang didapetnya, ahahaaa)
saya mau jelasin yaa satu-satu serial tv yang menurut saya wajib banget ditonton sama anak psikologi terutama yang ngambil peminatan Behavioral Modification atau yang sering kita sebut dengan Bemod :
1. Lie To Me.
ini nih serial TV yang menurut saya yang paling must watch banget (uhh penekanan nya banyak banget kan) ditonton sama anak psikologi. ceritanya itu tentang seorang doktor yang ahli banget dalam menganalisa ekspresi wajah dan sering diminta untuk analisis berbagai kasus gitu. disini Lightman (si doktor) dan anak didiknya bisa mendeteksi seseorang itu bohong atau ngga hanya dari ngeliat ekspresi wajahnya dan gestur tubuhnya doang. pokoknya mereka expert banget deh. sepanjang episode mereka mecahin kasus dan merhatiin para pelaku, kita (penonton) juga dikasi informasi mimik2 wajah seperti apa yang nunjukin kalo dia itu bohong, atau lagi seneng, marah, takut, jijik, malu, daaann lain sebagainya. nambah ilmu banget deh kalo nonton ini. ngga rugi. beneran. *mulai berasa jadi promotor*. yang punya indovision, serial ini tayangnya di Fox Channel, jadwalnya liat aja sendiri di jadwal acara, sering diputer kok ini. ahahaa. kemungkinan sih ada dvdnya, tapi saya belum lihat lagi. coba aja cek ke toko dvd terdekat.
2. Criminal Minds.
Criminal Minds itu adalah serial drama tentang FBI. untuk daerah asia tenggara diputernya di Fox Channel dan sudah masuk season ke-4. gue suka drama ini karena dia nyeritain tentang para profiler (pembuat profil) dari FBI yang tergabung dalam BAU (Behavioral Analysis Unit) dalam menangani kasus-kasus federal Amerika Serikat. yang menarik bagi saya adalah bagaimana mereka membangun profil tentang pelaku berdasarkan jejak2 atau clue yang ditinggalkan pada saat mereka melakukan kejahatan. bener2 analisa perilaku deh. sampe mereka bisa dapet dimana atau gimana kejahatan selanjutnya akan terjadi dan mengusahakan tindakan pencegahan supaya kejahatan ngga sempet kejadian. menurut saya serial ini must watch banget untuk anak psikologi, terutama anak Modifikasi Perilaku. hehe :). dvd tersedia di toko dvd, bahkan saya ternyata sudah punya duluan sebelum serialnya diputer di fox channel :D
3. Life.
inti dari serial ini adalah seorang detektif yang baru aja keluar dari penjara selama 12 tahun karena kejahatan yang ngga ia lakukan. padahal detektif ini notabene adalah detektif baik-baik. good cop lah kalo istilahnya orang barat. cerita inti dari serial ini yaa usaha si Charlie Crews (si detektif) untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dibalik konspirasi pembunuhan keluarga Seyboldt yang membuat dirinya dipenjara 12 tahun lalu. cara dia mengkoneksikan semua kejadian2 yang terjadi seru men. hahaa. selain main story itu di setiap episode pasti menceritakan kasus-kasus detektif diluar itu yang ditangani olehnya dan dibantu oleh partner nya, Dani Reese, kecuali episode terakhir yang full menceritakan kasus konspirasi Crews. karakter di serial ini kompleks banget, sangat berkaitan satu dengan yang lainnya. ini yang ngebuat serialnya jadi menarik (menurut saya. ehehe). sayangnya serial ini cuman bertahan selama 2 season. di indovision episode terakhir tayang kamis kemarin (dan rerun sabtu kemarin). tapi ngga usah khawatir, dvdnya udah bertebaran banyak banget.
4. Psych.
nah ini termasuk serial pertama yang bikin saya jatuh cinta sama serial detektif (selain serial detektif conan tentunya, yang sudah bikin saya jatuh cinta semenjak kelas 3 SD). ceritanya menurut saya ngga terlalu jauh dari kisah shinichi kudo, yaitu tentang seorang pemuda yang secara sukarela (kalau tidak dibilang sedikit memaksa atau bahkan secara diam-diam) membantu kepolisian setempat memecahkan masalah-masalah kriminal yang terjadi di daerahnya. perbedaannya, shinichi kudo tidak bisa memamerkan keahliannya karena terperangkap di dalam tubuh anak kecil dan terpaksa menggunakan 'jasa' ayah pacarnya, Kogoro Mouri, dengan menidurkannya dan melakukan analisis dengan suaranya yang terkenal dengan nama 'Kogoro Tidur'. di serial ini, Shawn Spencer tidak bisa memamerkan keahlian sebenarnya karena ia hampir dituduh sebagai pelaku kejahatan kriminal karena analisis dia yang sangat mendetail dan sangat tepat. ia 'terpaksa' mengaku sebagai seorang 'psychic' (peramal) yang bisa meramalkan atau merasakan peristiwa saat kejahatan terjadi. yang sebenarnya adalah ia mempunyai ingatan fotografik yang sangat kuat dan insting yang kuat yang sering dilatih oleh ayahnya (yang kebetulan juga seorang detektif) pada masa kecilnya dulu. yang membuat serial ini menarik adalah pasangan sahabat Shawn dan Gus yang seperti dua kutub yang berbeda dimana Gus yang terpaksa dan sering tanpa disadarinya menjadi sidekick Shawn dalam melaksanakan rencana-rencana tak terduga Shawn. ditayangin di Star World dan dvdnya juga banyak beredar. tonton deh. season 1 nya kocaakk abiiss.
yaa, sebenernya sih semua acara detektif hampir sama storyline nya. semuanya tentang gimana 'menghidupkan kembali' peristiwa yang sudah terjadi sebelumnya, terutama yang berhubungan dengan kriminal, untuk mencari siapa pelaku dibalik peristiwa itu dan bagaimana mereka melakukan aksinya pada kejadian saat itu. hampir semua cerita detektif berakhir dengan happy ending, entah keberhasilan menghentikan aksi pembunuh berantai pada menit-menit terakhir, atau keberhasilan menggagalkan pengeboman besar-besaran yang terancam tidak berhasil jika satu menit saja para polisi terlambat datang, dan tindakan heroik lainnya yang membuat cerita semakin menegangkan. diluar itu semua, serial detektif selalu menarik karena informasi yang disediakan untuk menambah pengetahuan kita, bukan sekedar drama yang hanya bisa menaik-turunkan emosi para audiens-nya.
Feb 13, 2009
I Want to be a Popstar
yeah, gw pengen jadi seorang penyanyi pop.
ngga deng,
(knapa ngga? kalo iya juga gapapa sih cha..hehe)
beneran ngga. ini tuh gw mau cerita tentang lagu dari salah satu penyanyi favorit gw.
as u can see in my favorite stuff list yang gw taro di bagian kanan blog ini, gw adalah penggemar Jamie Cullum. dan judul postingan ini adalah sebuah judul lagu dia dari albumnya Jamie yang bertajuk Pointless Nostalgic, album sebelum Twentysomething. oke, perkenalannya cukup sampe sini.
gw suka sama liriknya (dari lagu ini). dia mengkritisi para artis pop yang dengan mudahnya muncul ke permukaan dan langsung melejit bak roket ke atas awan. kalo baca liriknya, kalian bisa ngeliat pemikirannya Jamie tentang seorang popstar. lucu deh, jalan pemikirannya. liriknya itu seperti ini:


kalo mau denger lagunya, nih ada:
I Want To Be A Popstar - Jamie Cullum
nuff said. gw setuju banget sama bang Jamie soal ini. dia ngiri sama penyanyi2 pop yang dengan mudahnya terkenal tanpa harus bekerja keras. dengan seketika mereka langsung melejit tanpa mempedulikan sisi artistik atau kualitas dari seorang penyanyi. yang dipentingin itu adalah penampilan. justru essence dari seorang artis atau penyanyi itu kadang2 mereka lupain. beda banget sama penyanyi2 jazz (seperti dia salah satunya) yang lebih mengagungkan sisi artistiknya ketimbang yang lain. mereka terkenal bukan karena hal2 dari luar, tapi justru dari dalem diri mereka. mereka bernyanyi karena mereka ingin bernyanyi, bukan karena mereka ingin terkenal. yaa kira2 itulah yang gw tangkep dari pemikiran bang Jamie Cullum. keliatan kan, artis2 pop kebanyakan lebih populer daripada artis2 jazz, padahal kalo dilihat dari kualitas mereka, artis jazz lebih punya kualitas musikal daripada artis pop.
gw bukannya mau mendiskriminasi, karena emang gak semua artis jazz begitu dan gak semua artis pop begitu juga. gw juga masih suka dengerin pop kok. cuman gw liat aja skarang kenyataannya gimana, pop emang (masih) lebih diterima masyarakat ketimbang jazz. apalagi sekarang band2 pop-melayu dan solois pop lagi menjamur banget. artis2 jazz makin susah aja buat naik. eheheheeee.
udah ah, kok jadi serius gini. mending dengerin aja lagunya sambil having fun, toh bang Jamie juga pengen jadi popstar. heheheee
ngga deng,
(knapa ngga? kalo iya juga gapapa sih cha..hehe)
beneran ngga. ini tuh gw mau cerita tentang lagu dari salah satu penyanyi favorit gw.
as u can see in my favorite stuff list yang gw taro di bagian kanan blog ini, gw adalah penggemar Jamie Cullum. dan judul postingan ini adalah sebuah judul lagu dia dari albumnya Jamie yang bertajuk Pointless Nostalgic, album sebelum Twentysomething. oke, perkenalannya cukup sampe sini.
gw suka sama liriknya (dari lagu ini). dia mengkritisi para artis pop yang dengan mudahnya muncul ke permukaan dan langsung melejit bak roket ke atas awan. kalo baca liriknya, kalian bisa ngeliat pemikirannya Jamie tentang seorang popstar. lucu deh, jalan pemikirannya. liriknya itu seperti ini:



I Want to Be a Popstar
Jamie Cullum
Why is it all these fakers
Seem to make the morning papers?
They're selling records by the million, seems so easy in my opinion
Look at the Jazz Star, he really needs some guts
Playing from seven to midnight, surviving on peanuts
Selling records by the dozen
Probably sold his tenor to make 'em
With artwork designed by his brother
And liner notes by his mother
Told what to do, miming to a tape
While a team of experts make sure you're looking great
Taking a limo to your own private bar
My God! I want to be a popstar!
Going to get on the T.V and go on dates with only the pretty
Maybe next year I'll pretend to be gay
I'll sell more records in a flash that way
Makes no difference if i look like a nut
Every kid in the world is going to copy my haircut
I'll advertise some trainers, maybe even a car
Shrewd product placement will gurantee I'm a star
An ugly guy will write my songs
Surley there is nothing wrong
Retiring when I'm 22
With a house a car and nothing to do
Instantaneous satisfaction it will be
Got no need for artistic credibility
With this attitude I'm bound to go far
My God! I want to be a popstar!
Where's the middle ground?
It's hard to make a living with you own true sound
What road am I going to tread?
What the hell would i do instead?
There may be no tours in Roma, or drug-induced designer coma
No teenage girls when show is over, I prefer my women older
Maybe I don't know what I'm talking about
Sometimes it would be nice to play a place and sell out
Driving to a gig in my brand new sports car
My God! I want to be a popstar!
Maybe its too easy, to move so quickly so far
Who wants to be a popstar?
Seem to make the morning papers?
They're selling records by the million, seems so easy in my opinion
Look at the Jazz Star, he really needs some guts
Playing from seven to midnight, surviving on peanuts
Selling records by the dozen
Probably sold his tenor to make 'em
With artwork designed by his brother
And liner notes by his mother
Told what to do, miming to a tape
While a team of experts make sure you're looking great
Taking a limo to your own private bar
My God! I want to be a popstar!
Going to get on the T.V and go on dates with only the pretty
Maybe next year I'll pretend to be gay
I'll sell more records in a flash that way
Makes no difference if i look like a nut
Every kid in the world is going to copy my haircut
I'll advertise some trainers, maybe even a car
Shrewd product placement will gurantee I'm a star
An ugly guy will write my songs
Surley there is nothing wrong
Retiring when I'm 22
With a house a car and nothing to do
Instantaneous satisfaction it will be
Got no need for artistic credibility
With this attitude I'm bound to go far
My God! I want to be a popstar!
Where's the middle ground?
It's hard to make a living with you own true sound
What road am I going to tread?
What the hell would i do instead?
There may be no tours in Roma, or drug-induced designer coma
No teenage girls when show is over, I prefer my women older
Maybe I don't know what I'm talking about
Sometimes it would be nice to play a place and sell out
Driving to a gig in my brand new sports car
My God! I want to be a popstar!
Maybe its too easy, to move so quickly so far
Who wants to be a popstar?
kalo mau denger lagunya, nih ada:
I Want To Be A Popstar - Jamie Cullum
nuff said. gw setuju banget sama bang Jamie soal ini. dia ngiri sama penyanyi2 pop yang dengan mudahnya terkenal tanpa harus bekerja keras. dengan seketika mereka langsung melejit tanpa mempedulikan sisi artistik atau kualitas dari seorang penyanyi. yang dipentingin itu adalah penampilan. justru essence dari seorang artis atau penyanyi itu kadang2 mereka lupain. beda banget sama penyanyi2 jazz (seperti dia salah satunya) yang lebih mengagungkan sisi artistiknya ketimbang yang lain. mereka terkenal bukan karena hal2 dari luar, tapi justru dari dalem diri mereka. mereka bernyanyi karena mereka ingin bernyanyi, bukan karena mereka ingin terkenal. yaa kira2 itulah yang gw tangkep dari pemikiran bang Jamie Cullum. keliatan kan, artis2 pop kebanyakan lebih populer daripada artis2 jazz, padahal kalo dilihat dari kualitas mereka, artis jazz lebih punya kualitas musikal daripada artis pop.
gw bukannya mau mendiskriminasi, karena emang gak semua artis jazz begitu dan gak semua artis pop begitu juga. gw juga masih suka dengerin pop kok. cuman gw liat aja skarang kenyataannya gimana, pop emang (masih) lebih diterima masyarakat ketimbang jazz. apalagi sekarang band2 pop-melayu dan solois pop lagi menjamur banget. artis2 jazz makin susah aja buat naik. eheheheeee.
udah ah, kok jadi serius gini. mending dengerin aja lagunya sambil having fun, toh bang Jamie juga pengen jadi popstar. heheheee
Dec 12, 2008
Twilight
cuman mau bilang,
not to mention the gorgeous Kristen Stewart.. she was dazzling as always..
and oh yeah, Robbert Pattinson was freaky at first but he made his way of making the audiences awed at his impression as Edward Cullen a.k.a the vampire towards the end.
gw nonton uda dari hari kamis kemaren, dan rasanya masih membekas dalam benak gw. gw jadi pengen punya pacar vampir kalo pacar vampirnya itu adalah Edward Cullen. meheheheee. biasa lah. reaksi seorang cewek setelah nonton film yang berhubungan dengan intersex relationship (don't get me wrong.. what i mean is hubungan lain jenis. alias kisah jalinan cinta antara lelaki dan wanita. ilfil kan lo sama kata2 gw barusan? well, u should. meheheee)
knapa gw pilih kata "mesmerizing"?
karena menurut gw, intrik dari film ini masih ngambil tema umum, konflik yang standar, dan cara penyelesaian yang biasa. so the word "awesome" was not qualified in this circumstance.
mungkin ini karena yang bikin bukunya dan yang nyutradarain adalah seorang perempuan, jadi mereka tau dimana hati para cewek2 bisa tersentuh kalo mereka nonton film ini.. (well, it works well with me :p) in other word, this movie mesmerized me..
terbukti kan bayang2 film twilight masih terngiang di benak gw.
i envy the relationship that Bella Swan and Edward Cullen had.
well, i won't tell you the rest of the story.. just watch it (or read it). i won't become the spoiler. i swear.
after i enjoyed watching the movie, now i'm focusing on reading the novel..
seharian udah sampe halaman 162..
dan gw harus mengistirahatkan mata gw karena gw baca novelnya di komputer (hasil unduhan internet..mehehehee), bahasa inggris pula.. mata gw capek juga mesti bolak-balik buka kamus..mehehehehee
hmm. bintang 3 stngah buat Twilight.
TWILIGHT is mesmerizing !!!!!!!!
not to mention the gorgeous Kristen Stewart.. she was dazzling as always..
and oh yeah, Robbert Pattinson was freaky at first but he made his way of making the audiences awed at his impression as Edward Cullen a.k.a the vampire towards the end.
gw nonton uda dari hari kamis kemaren, dan rasanya masih membekas dalam benak gw. gw jadi pengen punya pacar vampir kalo pacar vampirnya itu adalah Edward Cullen. meheheheee. biasa lah. reaksi seorang cewek setelah nonton film yang berhubungan dengan intersex relationship (don't get me wrong.. what i mean is hubungan lain jenis. alias kisah jalinan cinta antara lelaki dan wanita. ilfil kan lo sama kata2 gw barusan? well, u should. meheheee)
knapa gw pilih kata "mesmerizing"?
karena menurut gw, intrik dari film ini masih ngambil tema umum, konflik yang standar, dan cara penyelesaian yang biasa. so the word "awesome" was not qualified in this circumstance.
mungkin ini karena yang bikin bukunya dan yang nyutradarain adalah seorang perempuan, jadi mereka tau dimana hati para cewek2 bisa tersentuh kalo mereka nonton film ini.. (well, it works well with me :p) in other word, this movie mesmerized me..
terbukti kan bayang2 film twilight masih terngiang di benak gw.
i envy the relationship that Bella Swan and Edward Cullen had.
well, i won't tell you the rest of the story.. just watch it (or read it). i won't become the spoiler. i swear.
after i enjoyed watching the movie, now i'm focusing on reading the novel..
seharian udah sampe halaman 162..
dan gw harus mengistirahatkan mata gw karena gw baca novelnya di komputer (hasil unduhan internet..mehehehee), bahasa inggris pula.. mata gw capek juga mesti bolak-balik buka kamus..mehehehehee
hmm. bintang 3 stngah buat Twilight.
talk about:
film,
review,
stephenie meyer,
Twilight
Dec 4, 2008
Becoming Jane vs The Invasion
hari ini adalah hari dimana semua tugas yang bikin gw bosen idup banyak yang tereliminasi satu persatu, dan yang tersisa hanyalah tugas2 revisi dari tugas sebelumnya. huff. finally. i can move on with my life. hahaaa.
karena itu juga gw jadi agak santai hari ini, gak diburu2 waktu, dan gak deg-degan terus kalo inget kuliah. jadinya hari ini i can catch up my dvd-watching di rumah karena buanyaaaakkk banget dvd2 gw yang menunggu gw tontonin karena emang belom sempet gw tonton2. (iya, beli nya demen nonton kaga sempet2. hihihi)
i forgot how i love watching dvds *ga deng lebai gw hihihi*.
film yang terpilih untuk menemani gw nonton hari ini adalah Becoming Jane dan The Invasion. gw mau cerita dikit doong tentang film2 yang gw tonton, boleh kaann?? boleh yaa boleh hehehee
Becoming Jane itu nyeritain tentang kisahnya Jane Austen. penulis kondang yang nulis novel Pride and Prejudice (filmnya dibintangin sama Keira Knightley) itu. karena Jane Austen idup di akhir tahun 1700an so pasti settingnya juga sekitar tahun segitu. tahun dimana wanita disibukkan oleh korset dan kereta kuda masih jadi alat transportasi umum. gw skarang2 ini emang lagi suka sama film yang settingnya begitu. setting klasik. mulai dari Pride and Prejudice, Marie Antoinette, Atonement, The Other Boleyn Girl, sampe film ini juga. apalagi yang berdasarkan kisah orang2 terkenal jaman dulu. soalnya gw jadi bisa sekalian belajar sejarah, terutama sejarah inggris, gw juga bisa ngebandingin gaya hidup orang jaman dulu dengan jaman sekarang
(ngomongin perbedaan, kalo masalah hubungan lawan jenis, gw sadarin ternyata jaman dulu juga bule2--no offense buat orang bule yaa--masih pada sopan dan tau diri, gak kayak sekarang yang main sradak-sruduk dan penuh hawa nafsu--if u know what i mean). oh iya di film ini yang main jadi Jane Austen adalah si-cantik-yang-tak-bercacat-Anne Hathaway, dan yang jadi lawan mainnya adalah James McAvoy.
inti dari film ini yaa kisahnya si Jane Austen ini, mainly adalah gimana kehidupan dia bisa jadi inspirasi novel2nya, terutama di film ini adalah novel Pride and Prejudice. makanya ceritanya jadi agak2 mirip gitu. Jane dan Elizabeth Bennet (main character di P&P) yang gak mau menikah tanpa adanya kasih-sayang, sama2 dilamar oleh pria unattractive (bagi mereka) karena mereka justru lagi cinta sama yang lain, male lead character yang sama2 sombong dan arogan (pada awalnya), dan banyak lagi yang lain.
ada hal yang lucu juga waktu gw nonton film ini. pas gw nonton dan ngikutin ceritanya, gw ngerasa kayak udah nonton film sebelumnya. tapi dasar gw emang pikun, gw lupa film apa. gw juga sempet mikir kalo peran Jane Austen lebih cocok kalo diperanin sama Keira Knightley, secara mereka (Austen & Knightley) sama2 orang inggris, beda sama Hathaway yang orang Amerika (tapi logat british-nya dahsyat!). lagi juga gw sering ngeliat si Keira main film2 klasik kayak Pride & Prejudice, Atonement dsb. gw tontonin lagi kan tuh ceritanya, lama2 gw jadi mikir, "ni film kayaknya uda pernah gw tonton sebelumnya, deh." tapi seinget gw juga gw belom pernah nonton film dengan judul Becoming Jane sebelumnya. gw mikir2 lagi, "kayaknya ada film lain deh, yang sama.. bahkan film itu dibintangin sama Keira! duhh tapi film apa yaa??" nah, disinilah gw mulai mengacak-adul memori2 lama yang udah kesimpen dengan rapih di otak. gw kepikirannya kalo ni film sama dengan film Atonement, filmnya Keira yang dibintangin juga sama James McAvoy. tapi gw mikir lagi, Atonement kan setting nya uda agak lebih modern daripada film ini, lagian juga itu sama sekali bukan cerita tentang Jane Austen. ternyata disinilah gw salah asosiasi informasi dalam otak. gw mikir karena dua-duanya dibintangin James McAvoy dan sama2 film klasik, dan lagi setengahnya gw mengharapkan kalo Keira Knightley yang main di Becoming Jane, jadinya otak gw menyimpulkan Atonement-lah yang jadi film serupa. padahal mah bukaaann!! gw baru sadar setelah mendekati akhir film, dimana si Jane udah agak menua dan berhasil jadi penulis kondang, novelnya yang berjudul Pride and Prejudice disebut2. ternyata film serupa yang pernah gw tonton itu adalah Pride and Prejudice!!
lucu aja gitu, ternyata semuanya saling berkesinambungan. Pride & Prejudice adalah novel yang terinspirasi dari kisah idupnya Jane Austen, yang dibintangin oleh Keira Knightley. Keira dan James McAvoy main bareng di film Atonement. karakter James McAvoy (Tom Lefroy)dalam Becoming Jane adalah inspirasi Jane Austen untuk Mr. Darcy, male character di Pride and Prejudice. belum lagi gw mengharapkan Knightley yang jadi Austen, bukan Hathaway. masuk akal juga sih kalo gw sampe salah ngira film! hehehehee. tapi setelah gw pikir, gw tau knapa Keira gak dipilih jadi Austen. masa penulisnya (Jane Austen) mau diperanin sama orang yang sama dg yang jadi karakter yang dia bikin (Elizabeth Bennet)??
film kedua yang gw tonton adalah The Invasion. film ini bener2 beda 360o
kalo film yang ini dibintangin sama Nicole Kidman (Carol Bennell), yang bukan asli amerika tapi orang australia. dia dibantu sama Daniel Craig (Ben Driscoll), si James Bond edisi terbaru, jadi cowoknya Carol Bennell dan Jackson Bond (sumpah ini beneran nama aslinya dan benar2 tidak disengaja), yang jadi Oliver Bennell, anaknya Carol. ceritanya standar abis, about humanbeings who are suddenly changed after the alien-invasion on earth. biasalah, tingkah laku mereka jadi aneh, lain dari biasanya, dan (sebetulnya) kentara banget perbedaannya sama orang2 'normal'. ujung2nya juga udah bisa ditebak, tokoh utama selalu selamat pada akhirnya dan dunia kembali seperti sediakala, kembali normal. ide cerita yang diulang-ulang, jalan ceritanya juga diulang-ulang, paling cuman beda inti ceritanya doang.
gitu deh. bener2 beda banget kedua film ini. di postingan gw selanjutnya gw bakal ngebahas perbandingan antara film inggris dan film amerika, terutama berdasarkan kedua film ini (dan film2 yang udah gw tonton, tentunya). just wait and see, people. skarang sampe disini aja dulu. okok??
ohya. penilaian gw buat pelem-pelem ini. bintang 4 buat Becoming Jane dan bintang 3 buat The Invasion, gw kasi nilai tambah buat Nicole Kidman yang maennya pol banget disitu. muehehehe.
Nov 18, 2008
give it up for... the Twentyfirst Night!!
i'm fallin in love with TWENTYFIRST NIGHT !!!
musiknya, suaranya, vokalisnya, semuanya. hehehee.
pertama kali gw ngedenger 21st night adalah waktu di trifor (tribute to forest) yang diadain anak2 FISIP UI april lalu. dari pertama kali gw ngeliat gw juga udah agak tertarik karena melihat wajah sang vokalis yang--menurut gw--cakep. well, nuff said.langsung lah gw perdengarkan dengan seksama lagu mereka. ternyata dari situ diketahui bahwa mereka adalah anak2 asuhan Maliq n d'Essentials. makanya musiknya juga ga beda jauh sama musik anak2 Maliq. yang bikin gw lebih jatuh cinta lagi sama mereka waktu pertama kali bertemu *jiaahhh bahasa lo cha..* adalah waktu mereka nyanyi No Such Thing-nya John Mayer. waaaaaawwww they're playing my fav song and they played it well!! yasudahlah. semakin jatuh hati saya sama musik + yogie, vokalisnya 21st night. heheee.
sekarang ini juga gw nulis sambil ngedengerin lagu2 mereka yang tergabung dalam album 'Diatas Awan'. lagunya, man, gak ada yang gak enak!! love them all.. melebihi album barunya David Archuleta yang ternyata musiknya lebih ke model2nya Chris Brown gitu. (sekedar informasi, gw jadi rada ilfeel sama si lucu david.. huhuu T,T)
back to twentyfirst night, lagu2nya yang dibalut dengan musik jazz emang earcatching banget di kuping gw. secara gw lagi muak dengan musik dan band2 mainstream indo sekarang yang--lagi-lagi--melayu. yap, di tengah kebosanan gw sama musik indonesia, masih ada 21st night yang jadi bukti bahwa gw--ternyata--masih cinta sama musik buatan Indonesia. heheeww. no offense untuk orang2 penyuka musik2 melayu loh, but seperti kata Efek Rumah Kaca, "lagu cinta melulu?? apa memang karena kuping melayu, suka yang sendu-sendu??" heheeww.
oh ya, satu lagi. mereka juga bikin cover version Terbaik Untukmu-nya Tic Band.tau kan lagu ini?? lagu yang sempet sering banget diputer di blantika musik indonesia pd tahun.. brapa ya? pokoknya kalo gak salah gw masih smp deh. sekitar 2001-2002 gitu kalo gak salah. mereka (twentyfirst night) olah tu lagu jadi beda banget sama versi aslinya (lebih slow, less drum, more strings, pokoknya lebih keren deh dr yang asli) dan tidak berasa jadulnya! heheeww.
hear these songs first and u'll fall in love with the rest: Diatas Awan, Our Song, Tergila, Virus Asmara (feat. Maliq)
P.S. pas gw lagi liat2 blog gw yang lama, ternyata dulu gw pernah ngomongin tentang twentyfirst night! heheee. ga jauh2 sih ceritanya. tapi bedanya cerita itu waktu gw bener2 baru tau tentang band ini. heheheee.
talk about:
artis,
inspiration,
music,
review,
twentyfirst night
Subscribe to:
Posts (Atom)

